Kamis, 13 November 2014

Religi



Kewajiban kaos kaki bagi perempuan
Oleh : Misbahul Fuadi


Dalam masalah berpakaian, prinsip utama bagi seorang muslim adalah menutup aurat. Adapun masalah bagaimana cara menutup aurat tidak ada ketentuan khusus dari Syari’at.
Adapun batasan aurat bagi kaum wanita muslimah adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Petunjuk tentang batasan aurat ini disebutkan di dalam hadis..
يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتْ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ
“Wahai asma’, apabila seorang wanita telah haidl maka tidak selayaknya menampakkan dirinya kecuali ini dan ini, beliau meninjuk kepada wajah dan telapak tangan” (HR Abu Dawud).
Mengenakan kaos kaki bagi wanita adalah sebuah tindakan untuk kehati-hatian. Khususnya bagi wanita yang banyak aktifitas sehingga memungkinkan betisnya terbuka. Karena betis termasuk bagian aurat yang harus ditutup, sementara mengenakan rok saja kadang masih tersingkap, maka untuk kesempurnaan dalam menutup aurat ini dibutuhkan memakai kaos kaki.
Mengenai wajib atau tidaknya, tergantung kepada situasi. Maksudnya, ketika seorang wanita banyak aktifitas yang menyebabkan betis terbuka, dan didalam aktifitas tersebut ada seorang laki-laki, maka memakai kaos kaki bisa menjadi wajib. Kewajiban ini didasarkan dari kaidah ushul fiqih,
مَا لاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ
“Apabila sebuah kewajiban tidak sempurna tanpa ada sesuatu, maka sesuatu itu adalah wajib”.
Dengan kata lain, kalau kewajiban menutup aurat tidak sempurna tanpa mengenakan kaos kaki, maka mengenakan kaos kaki adalah wajib.
الأصل فى الأٰمر للوجوب
“Pokok dalam perintah (amar) itu menunjukkan wajib”
Dengan kaidah tersebut, maka diketahuilah bahwa memakai kaus kaki dihukumi wajib karena memang ada perintah untuk menutup aurat seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan bagi perempuan.
Dalam berdoapun demikian, ia harus menutupi kakinya.
Hukum mengenai perempuan menutupi kaki mereka dalam doa
Segala puji bagi Allah.
Para perempuan merdeka yang telah mencapai usia mayoritas wajib untuk menutupi seluruh tubuhnya saat berdoa, selain wajah dan tangannya, karena semua itu adalah auratnya. Jika dia berdoa dan setiap bagian dari 'nya auratnya menjadi tertutup, seperti kaki atau seluruh atau sebagian dari kepalanya, maka doanya menjadi tidak valid atau kurang afdhol, karena Nabi bersabda : 
"Allah tidak akan menerima doa dari seorang wanita yang telah mulai menstruasi, kecuali dengan khimaar." (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, dengan sanad yang shahih)
Abu Dawud dilaporkan dari Ummu Salamah bahwa dia bertanya kepada Nabi tentang seorang wanita yang berdoa mengenakan 'dir (kamisol atau pakaian atas) dan khimaar (penutup kepala), tetapi tidak ada izaar (garmen lebih rendah). Dia mengatakan: "Wanita itu adalah auratnya."
Menurut mayoritas ulama, kaki harus ditutupi, beberapa ulama memungkinkan mengungkap kaki tetapi sebagian besar mengatakan sebaliknya. Abu Dawud dilaporkan dari Ummu Salamah (semoga Allah senang dengan dia) bahwa ia ditanya tentang seorang wanita yang berdoa di khimaar dan qamees (dress atau gaun). Dia berkata, "Tidak ada yang salah dengan itu jika 'dir (kamisol) meliputi kakinya." Jadi dalam kasus apapun, lebih baik untuk menutupi kaki, karena beberapa ahli berpendapat bahwa perempuan dalam keadaan apapun lebih baik untuk menutupi kakinya dengan kaus kaki agar kewajiban untuk menutupi aurat bisa dilaksanakan dengan sempurna.
Apabila ada beberapa perbedaan pendapat mengenai wajib dan tidaknya untuk menutup kaki, hal tersebut kita lihat dalam kaidah ushul fiqh
فإن تنزعتم فى شيء فردوه إلى الله والرسول
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasulnya (Sunnnahnya)”.
Oleh karena itu apabila hal tersebut banyak dijumpai perbedaan pendapat, maka kita kembalikan saja pada sumber hukum Islam yang utama yaitu : Al-Qur’an dan Al-Hadist. Seperti yang tadi dijelaskan diatas hadis riwayat Abu Dawud.

Rabu, 29 Oktober 2008

BERSAHABAT DENGAN ALAM (alternative untuk mengatasi kelangkaan BBM)

BERSAHABAT DENGAN ALAM
(alternative untuk mengatasi kelangkaan BBM)

Bahan Bakar Minyak (BBM) sepertinya selalu menjadi persoalan bagi bangsa kita. Dulu kita dihadapkan pada kebijakan pemerintah tentang kenaikan BBM akibat kenaikan di pasar dunia. Tak lama setelah itu, kita kembali lagi tersandung persoalan langkanya BBM. Dalam hukum pasar ada kaidah bahwa Apabila jumlah barang sedikit, maka harga akan naik”. Ya, ujung-ujungnya BBM sulit didapat, jika kita mendapatinya, itupun harus dibayar dengan sejumlah rupiah yang bertikal-tikal jumlahnya.
Padahal, kalau kita bisa melihat lebih jernih, negara Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk minyak. Tentu sangat naïf jika negar sekaya ini menjadi negara yang kekurangan dalam persoalan pemenuhan minyak. Kondisi ini, tentunya membuat masyarakat, terutama kaum menengah ke bawah harus pintar mencari solusi alternatif.
Pada dasarnya, niatan baik pemerintah yang menganjurkan untuk membatasi pemakaian BBM, bisa direspon secara positif. Artinya, pemerintah berusaha untuk mengajarkan kepada warganya untuk senantiasa hidup berhemat. Tetapi, meski hal tersebut merupakan satu ide yang bisa diterima, sebenarnya itu tidak lebih dari sekedar antitesa terhadap fenomena yang ada.
Pemerintah selalu menganjurkan hidup hemat, saat sumber daya alam sudah mulai menipis. Tetapi, pada hidup keseharian, sebelum sumber daya alam terkikis, tidak ada anjuran untuk lebih berhemat. Artinya, anjuran untuk hidup hemat selalu dilakukan saat kita berada pada kondisi kritis.
Hal inilah yang seringkali menyebabkan anjuran pemerintah seringkali tidak efektif. Hidup hemat karenanya bukan satu pola hidup yang secara natural dilakukan oleh masyarakat. Tetapi lebih sebagai penangkal terhadap fenomena yang membuat masyarakat berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan.
Terlepas dari himbauan apapun dari pemerintah, yang jelas rakyat harus pintar memberdayakan alam. Perlu dipahami, bahwa minyak bukan satu-satunya energi yang bisa kita optimalkan dalam kehidupan. Sebagai bahan bakar masyarakat sepertinya harus kembali ke alam dengan memanfaatkan potensi yang ada. Ini menunjukan bahwa kita tetaplah bergantung kepada alam.
Dalam situasi seperti ini, maka hubungan yang harmonis antara manusia dan alam harus terus dibangun. Kekurangan sumber daya alam yang terjadi saat ini, dalam pandangan penulis, disebabkan kurangnya terjalin sikap harmoni antara manusi dan alam. Alam seringkali dirusak sehingga ekosistem yang ada didalamnya turut hancur. Perbaikan hubungan ini yang menjadi catatan penting agar alam tetap bisa menyediakan bahan bagi kehidupan manusia.
Sebagai realisasi dari perbaikan hubungan tersebut ada baiknya kita mengaca pada berbagai perkembangan di negara-negara maju. Di negara tersebut, bahan alternative pengganti minyak sudah lama dicarikan solusinya. Negara Jerman sudah mampu menciptakan mobil dengan bahan bakar tenaga surya. Ini adalah cara bila di masa depan minyak benar-benar sulit didapatkan. Selain Jerman negara-negara maju lainnya pasti menciptakan penemuan baru berkaitan hal ini. Ini bisa dilakukan setelah manusia dan alam menjalin interaksi secara baik. Pertanyaannya kemudian bisakah Indonesia melakukan itu?

Selasa, 28 Oktober 2008

Orang Denmark penerbit Karikatur Nabi Muhammad SAW, hangus terbakar hidup-hidup

Editor kebangsaan Denmark dari Surat kabar ‘
Jyllands Posten’ terbakar hangus hingga mati
ketika tiba-tiba suatu api yang secara aneh di
terjadi dalam didalam kamar tidurnya, diberitakan
oleh surat kabar Saudi.
Menurut surat kabar tersebut , sang editor sedang
tidur di dalam kamar tidurnya ketika api
membinasakannya. Sang editor ini dan surat kabar
nya telah menerbitkan karikatur yang
menjelek-jelekkan Nabi Muhammad SAW.
Menurut surat kabar tersebut , diberitakan
Pemerintahan Denmark sedang berusaha untuk
menutupi semua kabar dari kematian sang editor
tersebut. Dia telah mendapat Azab dari Allah SWT,
surat kabar menambahkan sebelumhya bahwa semua
orang Islam di seluruh penjuru dunia, memprotes
dan berunjuk rasa atas penerbitan karikatur
tersebut dan melaknatnya termasuk di Pakistan.
SMS dan Email yang memberitakan kematian editor
Denmark tersebut telah beredar luas sejak hari
Selasa kemarin
Nama editor tersebut adalah Elliot Back dan dia
merupakan seorang senior Teknologi Komputer di
univeristas Cornell yang telah menerbitkan
karikatur pada websitenya. Nama editor kultur nya
adalah Jyllands Posten, dan komisi dari karikatur
tersebut adalah Flemming Rose. Jens Julius menjadi
salah satu orang dari seniman kartun yang
menggambar gambar karikatur tersebut.Semuanya
terdiri dari 12 seniman kartun yang terlibat dan
menurut BBC dan saat ini mereka sedang bersembunyi.